KOTA BOGOR YANG tambah SEMRAUT & AMBURADUL

Sekitar tahun 80 – 90 an mungkin banyak orang dari Jakarta atau dari daerah luar Jakarta sangat ingin ke Kota yang berjuluk Kota Hujan ini yaitu BOGOR . Udara masih sangat segar dan sejuk karena masih banyak berdiri pohon-pohon besar yang berjejer rapi disepanjang jalan serta dengan keberadanya Kebun Raya yang sangat sejuk dan indah . Angkot atau angkutan kota atau angkutan jenis lain seperti delman / andong atau becak ataupun Bemo mungkin masih bisa dihitung dengan menggunakan jari tangan jumlahnya.

Tapi liat sekarang perbedaannya , seiring dengan perkembangannya Kota BOGOR berkembang sangat pesat terutama pada jenis angkutan kotanya ( ANGKOT ). Ini terbukti dari orang luar daerah Kota BOGOR ,mereka dahulu menjuliki Kota BOGOR dengan julukan Kota Hujan , tapi kini tidak lagi Mereka menjuluki Kota BOGOR dengan Kota Sejuta AngKot, sungguh Dramastis !!!.KOTA SEJUTA ANGKOT.

Dahulu kalau kita main ke Kota BOGOR pasti senang bila kita berbelanja di pasar yang sekarang bernama Pasar BOGOR dekat jalan Suryakencana atau ke Pasar Anyar dekat stasiun besar kereta api BOGOR . Pasar yang lumayan bersih karena semua pedagangnya masih bisa diatur . Dulu kalau ke Pasar kita masih bisa berjalan kaki atau naik sepeda , karena masih lenggang dan sepi .Tapi sekarang boro-boro !!!. jangan kan naik sepeda jalan kaki saja sudah sudah karena banyak pedagang yang berjejer tidak rapih dengan posisi hampir ditengah jalan , belum lagi banyak becak yang ngetem sembarangan di tambah ANGKOT yang menurunkan dan menaikan penumpang seenaknya saja ( mungkin hanya dia dan Tuhan yang tahu ) kapan ia akan berhenti dan berjalan lagi.

Lebih kurang setahun yang lalu Pemerintah KOTA BOGOR dengan semangat yang berkobar-kobar seperti nyalanya api obor Olimpiade dengan menggunakan bala bantuan para Kurcaci-kurcacinya ( SATPOL PP & DLLAJ ) berjibaku menertibkan pedagang dan angkot yang berdagang dagangannya dipinggir-pinggir jalan serta menertibkan arah jalan jalur angkot dan para becak .Walhasil berhasil juga semua ditertibkan , enak diliatnya bersih dan tertib … luar biasa akhirnya pemerintah KOTA BOGOR punya juga rasa kesadaran akan ke Indahan Kota. Terbukti dengan dipasangnya papan reklame yang sangat mungil dan imut tentang Peraturan Daerah seperti gambar dibawah ini .

Tapi itu semua hanya seumur jagung .Semua kembali ke habitat aslinya . KOTA BOGOR kembali semraut dan bahkan lebih amburadul peradabannya . Hebatnya nya lagi para kurcaci (SATPOL PP & DLLAJ ) yang kemaren-maren galak – galak seperti algojo kini cuma bisanya cengangas-cengengesan doang didepan para pedagang , para becak dan supir angkot . Tau kenapa ??!! karena kalau setiap hari ( pagi , siang dan sore ) kayak makan obat – red selalu dapat jatah preman . SATPOL PP & DLLAJ sekarang seperti ayam sayur , ompong tidak begigi , karena ia sudah di suap untuk tidak menggusur atau menertibkan mereka. Maka terjadilah lagi kemacetan , bahkan sangat luar biasa sepanjang hari .

Seperti didepan Tugu Kujang yang menjadi symbol KOTA BOGOR , walaupun disitu berada yang terhormat Bapak Polisi tetapi masih aja Angkot atau Miniarta dengan seenaknya ngetem di pinggir jalan bikin macet .Mau tau kenapa bisa begitu ?!!! coba tolong ditanyakan kepada yang terhormat Bapak Polisi KENAPA BISA BEGITU BAPAK PENGAYOM MASYARAKAT ?

Belum lagi seperti di Pasar Sukasari ,meskipun banyak berdiri berjejer para anggota kurcaci dari Dinas DLLAJ kayak Pagar Bagus Pengantenan tapi tetap saja para ANGKOT ngetem dan berhenti seenaknya . Padahal kita tau kan yang berhak memberhentikan atau membuat jalur baru untuk ANGKOT adalah Dinas DLLAJ . Fantasis memang ..keadaannya , itulah dunia mereka .

Sekarang yang menjadi pertanyaan , pernah tidak para Juragan ( Walikota , ketua DPRD , atau apa lah yang duduk sekarang menjabat di pemerintahan ) tau tidak akan keadaan seperti ini atau mungkin pura-pura tidak tau karena dapat juga jatah preman , apa mereka lihat dengan mata kepalanya sendiri apa sebabnya kemacetan yang sering terjadi . Maka dari itu untuk Para Juragan di Pemerintahan KOTA BOGOR , “ JANGAN CUMA JANJI-JANJI SURGA DOANG dengan mengatakan bisa mengurus KOTA BOGOR ini .

Kota BOGOR Tempoe dulu , tertib dan sepi ..

Jembatan Merah

Pasar Bogor

Jalan Jend.sudirman

Stasiun Besar Bogor

Komentar ditutup.